Berita Gembira Kelahiran Bayi

Standar

Anak merupakan salah satu nikmat Allah yang dianugerahkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia menahan nikmat-Nya dari siapa pun yang dikehendaki-Nya. Mengingat nikmat ini menyenangkan hati orang tua bayi, para malaikat pun menyampaikan nya sebagai berita gembira untuk para rasul dan istri-istri mereka. Allah berfirman :

يَـٰزَڪَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ ٱسۡمُهُ ۥ يَحۡيَىٰ لَمۡ نَجۡعَل لَّهُ ۥ مِن قَبۡلُ سَمِيًّ۬ا

“Hai Zakaria, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya.” (QS. Maryam : 7).

Tentang nabi Ibrahim Al Khalil, Allah berfirman :

وَٱمۡرَأَتُهُ ۥ قَآٮِٕمَةٌ۬ فَضَحِكَتۡ فَبَشَّرۡنَـٰهَا بِإِسۡحَـٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسۡحَـٰقَ يَعۡقُوبَ

“Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia terseznyum maka kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya’kub.” (QS. Hud : 71).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menceritakan berita gembira tentang kelahiran anak yang disampaikan kepada para ayah dari utusan Allah. Ini berarti ucapan selamat atas kelahiran anak merupakan tuntunan yang dianjurkan  oleh Allah. Oleh karena itu, Allah mengecam orang yang marah dan menerima dengan berat hanya karena bayinya yang baru lahir adalah perempuan. Karena Allah yang menganugerahkan anak, baik laki-laki maupun perempuan, dan kehidupan ini tidak mungkin berlajut tanpa adanya laki-laki dan perempuan. Allah menilai sikap ini dalam firman-Nya :

يَتَوَٲرَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦۤ‌ۚ أَيُمۡسِكُهُ ۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمۡ يَدُسُّهُ ۥ فِى ٱلتُّرَابِ‌ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ

“Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl : 59).

Abu Abakar Al-Mundzir bercerita bahwa Al Hasan Al Bashri pernah didatangi seorang laki-laki. Pada saat itu di hadapan Al Hasan telah ada lelaki lain yang mendapatkan anugerah seorang anak. Lelaki yang baru datang itupun mengucapkan selamat, “Selamat, semoga nanti dia menjadi penunggang kuda.” Al Hasan berkata, “Apa yang menyebabkan kamu tahu bahwa dia bakal menjadi penunggang kuda atau penunggang keledai?” Orang itu bertanya, “Lalu apa yang harus kami ucapkan?” Al Hasan menjawab, “Katakanlah :

media-20160822

‘Semoga Allah memberkatimu dengan kelahiran anakmu. Semoga engkau bersyukur kepada Rabb yang menganugerahkannya. Semoga engkau mendapat anak yang berbakti dan semoga anakmu tumbnuh menjadi dewasa’.”[1]

Ucapan selamat dan memberi hadiah atas kelahiran bayi jelas akan menyenangkan keluarga bayi yang baru lahir dan akan menimbulkan nuansa gembira, serta mempererat tali kasih dan ikatan persatuan antara sesama kaum muslimin. (Islamic Parenting, Pendidikan Anak Metode Nabi, Syaikh Jamal Abdurrahman)

[1] Tuhfatul Maudud, Ibnul Qayyim (38).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s