MERAIH PRESTASI DENGAN APRESIASI

Standar

 

 

10. Prof. Ali Aziz menyampaikan Taushiyah

Oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬ (٧)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]: 07)

 

Pada ayat sebelumnya dijelaskan, Nabi Musa mengajak Bani Israil untuk mensyukuri nikmat Allah berupa pembebasan mereka dari kekuasaan Fir’aun, raja penindas yang menyiksa dan menyembelih semua anak laki-laki secara keji. Andaikan itu berlanjut, bagaimana nasib para wanita yang hidup tanpa suami dan kepala keluarga, semakin hari semakin menderita dan terus menerus dalam tekanan dan penyiksaan. Maka, sebagai kelanjutan, pada ayat ini sebagaimana dikutip di atas, Nabi Musa menjanjikan, jika mereka mensyukuri semua nikmat itu, Allah akan memberi kehidupan yang lebih sejahtera.

Berkaitan dengan ayat di atas, sebuah peristiwa terjadi pada masa Nabi SAW.  Suatu saat, datanglah seorang pengemis kepada Rasulullah, lalu ia diberi sebutir kurma. Tapi, rupanya ia menerimanya dengan wajah yang kurang puas. Tidak lama kemudian, datanglah peminta lainnya dan Rasulullah memberi yang sama: sebutir kurma. Peminta itu lalu berkata, “Subhanallah, inilah sebutir kurma yang langsung dari nabi.” Melihat sikap demikian, nabi berkata kepada peminta itu, “Temuilah istriku, Umi Salamah, nanti kau akan diberi 40 dirham.” (HR. Ahmad dari Anas bin Malik r.a).

Di sebuah perumahan di Surabaya, ada dua petugas keamanan, Supardi dan Padlan (maaf nama fiktif). Setiap membukakan portal untuk penghuni atau tamu yang keluar masuk, tidak jarang warga memberi mereka uang atau bingkisan. Hanya saja, ekspresi mereka berbeda. Pak Supardi dengan senyum lebar dan sedikit membungkuk mengucapkan, “Alhamdulillah, terima kasih pak, semoga dibalas Allah dengan kesehatan dan rizki yang melimpah.” Ia juga memakai sarung pemberian warga untuk shalat di masjid.  Adapun Pak Padlan, ia mengucapkan terima kasih dengan singkat dengan ekspresi muka yang datar-datar saja. Sarung yang diterima dari warga juga tidak pernah dipakai ke masjid.

Ketulusan pak Supardi dan ekpresi apresiasinya atas pemberian warga mengundang simpati warga yang luar biasa. Semua biaya sekolah anak-anaknya ditanggung penuh oleh tiga orang warga secara patungan, bahkan istrinya diberi modal untuk berjualan es kelapa muda di tepi jalan raya. Subhanallah, benarlah firman Allah, “Jika kamu bersyukur, Aku akan tambahkan kenikmatan padamu.”

Menurut Imam Al Qusyairy dalam Latha-iful Isyarah, maksud ayat di atas adalah jika kalian bersyukur, maka kalian akan mendapat kenikmatan melihat keindahan wajah Allah berkali-kali. Imam Al Mawardi dalam  An Nuktu Wal ‘Uyun menambahkan,  jika kalian bersyukur, Allah akan menambahkan kenikmatan dunia dan akhirat. Menurut Hamka, syukurlah dan kerja keraslah tanpa mengeluh soal dana, fasilitas, lingkungan dan sebagainya. Kalain juga akan mendapat rizki yang melimpah. Jika mengeluh, maka kalian akan merasakan derita yang berlipat, yaitu derita batin di dunia dan siksa berat di akhirat.

Ada sebuah buku menarik yang mengupas bagaimana kaitan apresiasi dengan limpahan rizki karya John Kralik yang berjudul 365 Thank Yous The Year a Simple Act of Daily Gratitude Changed My Life, Efek Terima Kasih Tindakan Bersyukur Sederhana Yang Mengubah Hidup. Pada tahun 2007, pengacara (53 tahun) di Amerika ini bangkrut, sehingga tidak bisa membayar sewa kantor, pegawai, dan angsuran bank. Ia sampai iri dengan orang yang mati karena serangan jantung atau tertubruk mobil. Tiba-tiba ia teringat rasa senangnya menerima ucapan terima kasih yang tulus dari seseorang atas hadiah kecil yang pernah diberikan. Dalam kesendirian di kantornya, tiba-tiba matanya tertuju  pada tumpukan amplop yang tidak terpakai. Ia kemudian membuat proyek besar, yaitu menulis surat apresiasi untuk semua orang yang terkasih setiap hari selama setahun.

Surat pertama diberikan kepada putra tertuanya yang tinggal di Los Angeles. Sewaktu menulis  surat, ia baru sadar tidak tahu alamat rumahnya. “Sebagai orang tua, ini adalah sebuah aib atas ketidaktahuan alamat ini,” sesalnya. Inilah bunyi surat itu: Putraku tersayang, terima kasih atas hadiah mesin pembuat kopi yang sangat mengagumkan. Sekarang, ayah bisa memberi jamuan istimewa kepada setiap tamu di kantor ayah. Sampai bertemu. Penuh Cinta: Ayah.” Setelah terharu menerima surat apresiasi sang ayah, ia lalu meminta ayahnya untuk makan di sebuah restoran dengan biaya simpanannya sendiri. Sungguh, ada kebahagiaan baru yang luar biasa bagi mereka.

Surat kedua ditujukan kepada pemilik apartemen, Mr Robert. Ternyata, ia sudah meninggal. Maka sang istri yang membalas surat itu dengan rasa bangga, bahkan mengajak usaha kerjasama. Baru sebulan ia mengirim 30 pucuk surat apresiasi, ia telah merasakan ada yang berubah dalam hidupnya. Setiap ditanya orang tentang keadaannya, ia sama sekali tidak bercerita tentang kehancuran usahanya. Ia justru teringat dan menonjolkan kisah anak-anaknya yang sukses, lebih menonjolkan rasa syukur daripada penderitaan. Jika tidak mendapat respon dari penerima surat, ia tetap bahagia karena telah menyalurkan rasa terima kasihnya.

Giliran surat berikutnya ditujukan kepada dokter ahli gastro yang melakukan endoskopi 10 tahun silam. Tapi, ia tidak tahu alamatnya. Setelah lama dicari, ternyata diketahui dokter itu telah menjadi guru besar di University of Rochester Medical Center New York. Ia mengatakan, “Setiap malam menjelang tidur, saya teringat jasa Anda. Andalah yang membuat saya tidur nyenyak tanpa sedikitpun rasa sakit selama 10 tahun ini.” Ia tersentak, ternyata dokter itu menjawab dengan surat yang lebih panjang, “Inilah surat pertama yang saya terima sejak berprofesi sebagai dokter. Belum pernah ada pasien dalam jangka panjang memberi apresiasi seperti ini. Anda bukan seperti kabanyakan orang yang hanya ingat dokter ketika sakit.” Pengacara ini berkesimpulan, setiap kebaikan, sekecil apapun, baik materi atau non materi merupakan investasi. Ia akan kembali kepadamu secara tidak diketahui jalurnya setelah melalui beberapa tangan orang lain.

Dalam perenungan selama menulis sekian banyak surat, John Kralik sadar, amat banyak hal yang terlupa disyukuri dalam hidupnya, dan ia merasakan hidupnya tidaklah terlalu buruk. Sekalipun pada akhir tahun ia hanya bisa berkirim 300 buah surat, tapi ia telah bisa menjalin kembali hubungan dengan teman-teman lama dan mendapat dukungan untuk usaha-usaha kebangkitannya. Ia merasa lebih damai dan melihat ada tanda-tanda kebangkitan kembali praktek hukumnya.

John Kralik memberi beberapa petunjuk agar ucapan apresiasi Anda lebih indah dan mengesankan, yaitu: 1. Sebutkan jasa atau jenis barang yang Anda terima. Berhati-hatilah jangan sampai keliru menyebutkan. 2. Ceritakan tambahan kualitas hidup Anda setelah menerima hadiah atau jasa itu 3. Sebutkan betapa pentingnya membangun persahabatan dengan mereka. 4. Pujilah bahwa jasa mereka merupakan hal yang amat istimewa bagi Anda. 5. Berhati-hatilah dengan hal-hal yang berbau humor, sebab tidak semua orang menyukainya. 6. Jangan pelit kertas dan kata agar bisa mengungkapkan apresiasi dengan bahasa yang indah dan mengesankan. 7. Tulislah dengan tangan, sebab tulisan itu mewakili kehadiran Anda secara fisik 8. Berlatihlah terus untuk mengkekspersikan apresiasi, sebab dibutuhkan latihan yang panjang untuk bisa berekspresi apresiasi secara mengesankan.

John Kralik telah mengamalkan pesan ayat di atas, sekalipun ia non-muslim dan belum pernah membacanya.  Mengapa bukan Anda yang mempraktekkan terlebih dahulu? Sekarang, tulislah nama  guru-guru yang pernah mengajar Anda sejak kecil dan orang-orang yang berjasa mengantarkan Anda sampai menjadi orang mulia saat ini. Ucapkan terima kasih atas semua jasa mereka dengan tutur kata yang terindah dan doakan kesehetan dan kebahagiaan mereka. Tumbuhkan terus sikap apresiatif itu kepada pasangan hidup Anda, anak-anak Anda dan semua orang. Percayalah akan janji Allah, hidup Anda pasti akan lebih berkualitas, keluarga Anda pasti lebih bahagia dan sejuta pintu rizki akan terbuka untuk Anda.

 

Denpasar, 01 Maret 2016

 

Referensi;

(1) Hamka, Tafsir Al Azhar, Juz XIII, PenerbitPustaka Panjimas, Jakarta, p.121-122.(2) Imam Al Qusyairy,  TafsirLatha-iful Isyarah(3) Imam Al Mawardi, Tafsir An Nuktu Wal ‘Uyun (4)John Kralik,365 Thank Yous The Year a Simple Act of Daily Gratitude Changed My Life, Efek Terima Kasih Tindakan Bersyukur Sederhana Yang Mengubah Hidup.  terj.Dewi Wulansari, Penerbit Gemilang, Jakarta, 2014, cet. I

 

MERAIH PRESTASI DENGAN APRESIASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s