Abu Bakr ash-Shiddiq dan Segelas Susu

Standar

susuAbu Bakr ash-Shiddiq disuguhi segelas susu oleh pelayannya. Selepas meminumnya, tiba-tiba beliau merasa ada kegelapan merasuk ke dalam hati. Abu Bakr langsung bertanya kepada pelayannya, “dari mana susu ini?”

Si pelayan menjawab, “saya pernah melakukan praktik perdukunan jahiliyah untuk suatu kaum dan saya masih menyimpan upahnya. Saya membeli susu itu dengan upah tersebut.”

Abu Bakr ash-Shiddiq paham bahwa harta haram yang masuk ke perutnya itulah yang menjadikan hatinya dirasuki kegelapan. Beliau masukkan jari ke tenggorokan, menggerak-gerakkannya hingga muntah. Kemudian minum air. Lalu memasukkan kembali jari beliau ke tenggorokan hingga muntah. Selepas itu beliau bedoa, memohon kepada Allah ta’ala,

“Ya Allah… Janganlah Engkau hukum aku karena minuman yang telah diserap pembuluh darahku”.

 

Saudaraku. Begitulah potret pendahulu kita dalam berhati-hati, menjaga diri agar tidak memakan sesuatu yang haram. Bagaimana dengan kita?!

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

Siapa yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim [al- Mustadrok] 4: 141).

*) Kisah ini dikutip dari buku Yuhka ‘Anna karya Dr. Anwar Wardah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s