Kubunuh wanita itu karena menolak cintaku, bisakah aku bertaubat?

Standar

the-three-magi-160632_640Seorang laki-laki datang menghadap Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. Tampak gurat penyesalan di wajahnya.

“Wahai Ibnu Abbas, sesungguhnya aku telah mengajukan lamaran kepada seorang wanita. Namun… pujaan hatiku itu tak mau menikah denganku. Kemudian wanita itu dipinang oleh lelaki lain dan ia menerimanya. Itu benar-benar membuatku cemburu dan aku pun membunuh wanita itu,” Laki-laki itu berterus terang kepada Ibnu Abbas, “Apakah aku bisa bertaubat?”

Setelah mendengar dengan seksama, Ibnu Abbas balik bertanya. “Apakah ibumu masih hidup?”

“Tidak… ibuku telah tiada”

“Bertaubatlah kepada Allah dan mendekatlah kepadaNya dengan semaksimal mungkin,” jawab Ibnu Abbas. Cukup singkat, namun merangkum segala kebaikan.

Laki-laki itu kemudian berpamitan pergi. Perasaannya sedikit lega. Ada harapan taubat atas dosanya. Dan sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima taubat.

Namun tak lama kemudian, laki-laki itu kembali lagi. “Mengapa engkau tadi bertanya tentang ibuku?” Rupanya pertanyaan pertama Ibnu Abbas mengganjal pikirannya.

“Sesungguhnya,” jawab Ibnu Abbas, “aku tidak mengetahui adanya suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah dibandingkan berbakti kepada ibu.”

***

Kisah yang diabadikan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad ini menunjukkan betapa Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membuka pintu taubat bagi hambaNya. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penerima taubat.

Kisah ini juga menunjukkan betapa besar keutamaan berbakti kepada ibu. Syaikh Mahmud Musthafa Sa’ad dan Dr Nashir Abu Amir Al Humaidi dalam Min Rawa’i Tarikhina memasukkan kisah ini dalam bab Berbakti kepada Kedua Orangtua.

Seandainya ibu dari laki-laki tersebut masih hidup, tentulah yang akan dinasehatkan oleh Ibnu Abbas adalah, “bertaubatlah kepada Allah dan berbaktilah kepada ibumu” sebagaimana jawaban Rasulullah ketika ditanya seseorang yang telah melakukan dosa besar.

Seorang laki-laki mendatangi Nabi lalu berkata, “Sesungguhnya aku telah melakukan satu dosa besar. Apakah aku masih bisa bertaubat?” Maka beliau bersabda, “Apakah kamu masih memiliki ibu?” Laki-laki itu menjawab, “Tidak” Beliau bertanya, “Apakah masih memiliki bibi (saudari ibu)?” Laki-laki itu menjawab, “Ya.” Beliau pun bersabda: “Maka berbaktilah kepadanya.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah memerintahkan salah seorang sahabat yang ingin berperang agar berbakti kepada ibunya. Sebab surga berada di bawah kaki ibu.

Bahwasanya Jahimah pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, aku ingin berperang dan sungguh aku meminta pendapatmu.” Maka beliau bersabda, “Apakah engkau punya ibu?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Tetaplah bersamanya, karena sesungguhnya surga ada di bawah kakinya.” (HR. An Nasa’i)

Masya Allah… demikian luar biasanya keutamaan berbakti kepada ibu. Dan tak perlu bagi kita untuk menunggu melakukan dosa besar atau membunuh seseorang untuk mendapatkan nasehat berbakti pada ibu. Sebab kita kini telah mengetahuinya. (http://kisahikmah.com/kubunuh-wanita-itu-karena-menolak-cintaku-bisakah-aku-bertaubat)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s