BANGKIT DENGAN JARUM JAHIT

Standar

Oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

Oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

“Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat; sungguh kami kembali (bertaubat) kepada-Mu. Allah berfirman, “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami.” (QS. Al A’raf [7]:156)

 

Ayat di atas adalah kelanjutan dari doa Nabi Musa AS pada ayat sebelumnya. Jika Anda hayati doa di atas, Anda pasti menyimpulkan betapa tulus dan lembut hati nabi yang menjadi musuh Fir’aun ini. Ia terkenal paling gagah perkasa, tapi luar biasa tenggang rasanya, paling cepat marah tapi lekas meminta maaf, dan sangat sayang kepada umatnya. Dialah nabi yang paling banyak disebut dalam Al Qur’an, yaitu sebanyak 135 kali.

Ketika Nabi Musa AS memohon kepada Allah SWT agar semua kebaikan ditetapkan untuknya di dunia dan akhirat, dan agar taubatnya diterima oleh-Nya, Allah SWT menjawab, “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami.”

Tulisan ini difokuskan pada firman Allah yang bergaris bawah di atas, ”..dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu (warahmati wasi’at kulla syay-in)” Artinya tidak ada satupun makhluk, khususnya manusia yang tidak mendapat sentuhan kasih Allah: muslim atau bukan. Bahkan cobaan yang berat yang dihadapi manusia itupun sebenarnya bentuk kasih Allah agar ia segera kembali ke jalan yang benar. Musibah atau cobaan yang Anda alami sebenarnya sengaja diberikan Allah SWT kepada Anda agar Anda selamat dari musibah yang jauh lebih dahsyat. Jika tangan Anda ditarik oleh seseorang sampai tulang bahu Anda nyaris patah, sungguh orang itu sayang kepada Anda, sebab jika tidak, Anda pasti akan hancur tertubruk kereta api ekspres yang berada persis di belakang Anda. Berterima kasihlah kepada “pemutus” lengan yang penuh kasih itu. Siksa Allah hanya diberikan kepada orang yang benar-benar sudah keterlaluan, “…dan Kami tidak menjatuhkan siksa, melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.” (QS. Saba’ [34]:17)

Dalam kaitan itu, Nabi SAW bersabda, “Ketika Allah menciptakan makhluk, Ia menulis pada sebuah catatan yang terletak di dekat arasy dan di sisi Allah, “inna rahmati taghlibu ghadlabi (sungguh, kasih-Ku mengalahkan murka-Ku” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a). Agar lebih jelas, perhatikan sabda Nabi berikut ini. Umar bin Khattab r.a bercerita, “Beberapa tawanan perang dihadapkan kepada Rasulullah. Tiba-tiba seorang ibu di antara tawanan itu berlari kecil mencari anaknya. Setiap ia menjumpai anak kecil di antara tawanan itu, ia mengangkat dan menetekinya. Rasulullah lalu bersabda, “Menurut pendapatmu, apakah si ibu itu akan melemparkan anaknya ke dalam api?” Kami menjawab, “Demi Allah, tidak.” Nabi SAW lalu bersabda, “Allah lebih mengasihi hamba-Nya daripada kasih si ibu itu terhadap anaknya.” (HR Bukhari Muslim/ Kitab Riyadhus Shalihin I: 366)

Semua ayat dan hadis Nabi yang disebut di atas menjelaskan luasnya kasih Allah kepada manusia. Allah SWT sangat mengasihi dan mengampuni orang-orang mukmin. Hampir tidak mungkin menyiksa mereka. Allah SWT hanya menyiksa mereka yang kafuur (amat keterlaluan kekafirannya). Bahkan dalam hadis di atas dijelaskan bahwa setiap kali Allah SWT murka, Ia langsung membatalkan murka-Nya.

Sebagaimana diketahui, Allah memiliki 100 kasih (rahmat). Satu rahmat untuk kehidupan di dunia, sedangkan 99 sisanya disimpan untuk kehidupan akhirat. Setelah kiamat kelak, satu kasih itu dicabut kembali dan ditambahkan pada 99 agar genap menjadi 100 rahmat untuk orang-orang yang beriman seperti Anda. Semua ayat dan hadis di atas juga memberi optimisme hidup. Allah pasti menyanangi orang yang setiap hari bersujud kepada-Nya. Tidak mungkin Ia membiarkan Anda sendirian mengatasi masalah.

Untuk menggambarkan kasih Allah kepada semua makhluk, saya akan membangkitkan keimanan Anda dengan menyampaikan firman Allah SWT dalam sebuah hadits qudsi yang panjang. Allah SWT berfirman: (1) Wahai hamba-Ku, sungguh, Aku mengharamkan kepada diri-Ku untuk bertindak dhalim, dan Aku mengharamkannya juga kepadamu. Maka janganlah kalian saling mendhalimi. (2) Wahai hamba-Ku, kamu semua tersesat kecuali orang yang mendapat petunjuk-Ku. Maka mohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku memberi petunjuk kepadamu. (3) Wahai hamba-Ku, kamu semua orang lapar kecuali orang yang Aku beri makan. Maka mohonlah makan kepada-Ku, nicsaya Aku memberimu makanan. (4) Wahai hamba-Ku, kamu semua telanjang kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mohonlah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku memberi pakaian kepadamu. (5) Wahai hamba-Ku, kamu semua selalu melakukan dosa, malam dan siang, dan Aku adalah Pengampun semua dosa. Maka mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu. (6) Wahai hamba-Ku, kamu semua tidak akan bisa melakukan apapun yang merugikan Aku, dan tidak pula bisa melakukan apapun yang menguntungkan Aku. (7) Wahai hamba-Ku, seandainya orang generasi pertama sampai generasi terakhir, baik manusia maupun jin bertakwa seperti ketakwaan seorang (yang shaleh) di antara kamu, maka yang demikian itu sama sekali tidak menambah sedikitpun kebesaran dan kekuasaan-Ku. (8) Wahai hamba-Ku, seandainya orang generasi pertama sampai generasi terakhir, baik manusia maupun jin berhati jahat seperti kejahatan seorang (yang rusak iman dan akhlak) di antara kamu, maka yang demikian itu sama sekali tidak akan mengurangi sedikitpun kebesaran dan kekuasaan-Ku. (9) Wahai hamba-Ku, seandainya orang generasi pertama sampai generasi terakhir berkumpul di lapangan kemudian semuanya meminta kepada-Ku dan semua permintaan itu Aku beri, maka yang demikian itu sama sekali tidak mengurangi kekayaan-Ku, hanya seperti berkurangnya air samudera jika diambil dengan jarum (yang dicelupkan). (10) Wahai hamba-Ku, segala sesuatu tergantung pada perbuatanmu, dan semuanya Aku perhitungkan dan Aku beri balasan masing-masing. Maka barangsiapa yang melakukan kebaikan, maka bersyukurlah kepada Allah, dan barangsiapa yang melakukan selain kebaikan itu, maka jangan sekali-kali menyalahkan siapapun kecuali pada dirinya sendiri.” (HR Muslim dari Jundub bin Junadah r.a)

Bangkit dan optimislah. Kasih Allah SWT untuk Anda masih tersedia secara melimpah. Semua kesuksesan atau kebahagiaan yang telah diberikan kepada sekian banyak manusia sama sekali tidak mengurangi persediaan karunia untuk Anda, seperti air yang menempel pada jarum jahit kecil yang dicelupkan ke air laut. Limpahan air laut adalah limpahan karunia yang tersedia untuk Anda. Raihlah. (http://www.terapishalatbahagia.net/bangkit-dengan-jarum-jahit/)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s