PASCA JIMA’ MENSTRUASI SEBELUM MANDI

Standar

Konsultasi Agama ini diasuh Oleh : Ust. Nur Kholis Majid,  S.HI, M.HI. Dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya.  Kirimkan pertanyaan anda seputar masalah keagamaan ke redaksi melalui email redaksihikmah@gmail.com / SMS langsung ke pengasuh : HP.  081703382149/081333359934  ———————————

Konsultasi Agama ini diasuh Oleh :
Ust. Nur Kholis Majid, S.HI, M.HI. Dosen Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kirimkan pertanyaan anda seputar masalah keagamaan ke redaksi melalui email redaksihikmah@gmail.com / SMS langsung ke pengasuh : HP. 081703382149/081333359934
———————————

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb. Ustadz, saya ingin bertanya, suatu ketika, ada pasangan suami istri yang melakukan jimak (berhubungan badan) pada malam hari. Oleh karena cuaca sangat dingin, pasca melakukan persetubuhan tersebut, keduanya tidak langsung melakukan mandi jinabah (mandi besar), melainkan tidur terlebih dahulu sembari menunggu awal waktu shubuh tiba. Saat masuk awal waktu subuh, sang istri tidak segera melakukan shalat shubuh, dan ternyata datang bulan (menstruasi). Apa yang seharusnya dilakukan oleh sang  istri, mandi besar saat itu juga ataukah sekalian menunggu suci haid? Bagamaian juga dengan kewajiban shalatnya? Haruskah sang istri mengqadha shalat shubuh yang ditinggalkannya setelah bearkhir  masa menstruasi (suci)? Atas tanggapannya disampaikan terima kasih.

Lala Dwi  dari Surabaya

Jawaban:

Waalaikum Salam Wr.Wb. Mbak Lala Dwi yang dimulyakan oleh Allah, dari paparan pertanyaan diatas, Penulis menyimpulkan ada dua persoalan yang hendak Penulis berikan jawaban dan tanggapan, yaitu Pertama, melakukan mandi jinabah (mandi besar) dahulu ataukah menunggu masa suci? Kedua, status shalat yang ditinggalkannya, wajibkah diqadla’?

Pertama, junub karena berhubungan badan (jimak) dengan suami merupakan salah satu faktor yang menyebabkan adanya kewajiban untuk mandi besar, meskipun tidak keluar air mani sebagaimana Hadis Nabi SAW:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ نَبِىَّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ الْغُسْلُ  وَفِى حَدِيثِ مَطَرٍ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ[1]

Artinya: “Dari Abi Hurairah r.a. Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “JIka berhubungan badan, maka wajib baginya mandi janabah (mandi besar), dalam Hadis yang lain (meskipun tidak keluar mani)”.

Oleh karenanya, sebaiknya pasca hubungan badan (junub), langsung melakukan mandi besar meskipun itu bukan kewajiban. Selain itu, makruh hukumnya jika kita melakukan aktivitas sebelum melakukan mandi besar sebagaimana pendapat fukaha Syafi’iyyah:

وَيُكْرَهُ لِلْجُنُبِ وَمُنْقَطِعَةُ الْحَيْضِ وَالنِّفَاسِ الْأَكْلُ وَالشُّرْبُ وَالنَّوْمُ وَالْجِمَاعُ قَبْلَ غُسْلِ الْفَرْجِ وَالْوُضُوْءِ[2]

Artinya: “Dimakruhkan bagi orang yang sedang junub, dan orang yang sudah selesai masa haid atau nifasnya, makan, minum, tidur, dan jimak sebelum membasuh alat kelaminnya dan berwudlu’ “.

Kaitannya dengan pertanyaan anda, apakah menunggu masa suci haid ataukah langsung mandi seketika? Ulama’ berbeda pandangan tentang hal ini. Sebagian mengatakan langsung mandi janabah karena untuk menghilangkan hadats janabahnya, dan mandi besar karena hadas haidlnya jika sudah selesai masa haidlnya, disamping karena hadats Junub dan Haidl merupakan dua hal yang berbeda. Sebagian yang lain mengatakan cukup mandi satu kali dan menunggu masa suci haid, mengingat antara hadas haid dan hadas junub memiliki beberapa kesamaan semisal sama-sama dilarang untuk melakukan shalat, thawaf dan sebagainya. Mandi satu kali dengan menunggu masa suci haidh dipilih karena masa haidl lebih lama temponya dari pada hadas junub, selain juga konsekuensi (sebab-akibat) hadas haidl lebih berat dari pada hadats junub, sehingga satu kali mandi (pasca menstruasi) dengan niat menghilangkan hadas besar sudah cukup baginya. (Baca: al-Umm, Juz I, hal 61). Namun demikian Penulis memebrikan alternatif pilihan sebagaimana berikut: melakukan mandi besar karena junub sebaiknya dilakukan jika tidak ada halangan atau masyqqah (kesulitan) seperti halnya cuaca yang sangat ekstrim mencapai dibawah 0o C. Hal ini sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan psikologis. Secara psikologis, orang junub merasa tidak percaya diri saat melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan orang lain karena beban hadas yang ada pada dirinya yang notabenenya bukan karena faktor kodrati keTuhanan tetapi lebih kepada factor biologis pribadi sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Hurairah yang pada saat Junub bertemu dengan Nabi SAW, dan kemudia beliau (Abu HUrairah) pulang ke rumah terlebih dahulu dan melakukan mandi besar untuk menghormati Rasul SAW.

Kedua, wajibkah mengqadha’ shalat shubuh yang ditinggalkannya? Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: jika ada waktu yang cukup untuk melakukan shalat shubuh, maka wajib baginya untuk mengqadla’. (missal: awal shubuh jam 04.30, sementara masa menstruasi tiba pada jam 05.00). berarti ada waktu sekitar 30 menit, dan itu cukup baginya untuk melakukan shalat shubuh, maka wajib diqadhla’. Sebaliknya, jika jarak waktu antara awal shubuh dan tibanya masa menstruasi sangat singkat yang sekiranya tidak cukup untuk melakukan shalat, (missal hanya 3 menit), maka tidak wajib diqadha’ sebagaimana Hadis Aisyah bahwa beliau tidak diperintah oleh Nabi SAW untuk mengqadha’ shalat

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَيَأْمُرُنَا بِقَضَاءِ الصَّوْمِ[3]

Artinya: “Dari Aisyah, beliau berkata: “Kami haid dan berada disisi Nabi SAW, beliau (Nabi SAW) memerinthkan kami untuk mengqadhla’ puasaa”.

 

Demikian jawaban Penulis, semoga bermanfaat bagi umat, khususnya penanya, amin!

[1] Sahih Muslim, Juz I, hal. 186. Hadis No. 809

[2] Wahbah al-Zuhayli, al-Fiq al-Islami Wa Adillatuh, Juz I, hal. 381

[3] Sunan Ibn Majah, Juz V, hal 254. Hadis No. 1739

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s