DELAPAN MASALAH

Standar

BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAHHatim Al Asham sudah lama menjadi murid Syaqiq al –Balkhi. Suatu hari Syaqiq bertanya, “Sudah berapa lama kamu menemaniku “?

Hatim Al Asham menjawab,”Tiga puluh tahun.”

“Apa pelajaran yang telah kamu dapatkan?”

“Delapan masalah”

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Usiaku habis bersamamu dan kamu hanya belajar delapan masalah?!”

“Ya.”

“Apa delapan masalah yang telah kamu pelajari?!”

“Aku memperhatikan manusia. Ku lihat semua orang mencintai sesuatu. Sesuatu  yang dicintainya itu terus bersamanya sampai ia meninggal dunia dan dikuburkan. Ketika dia sudah dikubur, semua sahabat dan rekan meninggalkan dia selain amalnya. Karena itu, aku jadikan amal saleh dan kebaikan sebagai kekasihku, hingga apabila aku masuk kubur ia tetap menyertaiku.”

“Bagus. Apa masalah ke dua?”

Aku membaca firman Allah: ‘Dan adapun orang orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh surgalah tempat tinggal(nya) (an Nazi’at[79]:40-41).’ Aku tahu bahwa firman Allah benar, karena itu aku berusaha sekuat tenaga menahan hawa nafsu sehingga bisa tetap istiqamah taat kepada-Nya.”

“Apa masalah ke tiga?”

“Aku perhatikan manusia .Ku lihat mereka sangat menyukai apa yang ada di tanganya sehingga mereka menjaga dan memeliharanya. Lalu aku membaca firman Allah: ‘Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.’ (al-Nahl{16}:96). Karena itu, aku berusaha mempersembahkan segala karunia yang diberikan Allah kepadaku untuk sesuatu yang abadi. Aku memperbanyak sedekah dan infak di jalan Allah agar menjadi tabungan di sisi-Nya.”

“Lalu, apa masalah keempat?”

“Aku memperhatikan manusia.Ternyata di antara mereka ada yang membangga-banggakan kemuliaan keturunan nasab,dan harta. Lalu aku membaca firman Allah: ‘Sungguh,yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.’ (al Hujurat{49}:13). Maka itu aku berusaha sekuat tenaga menjadi orang bertakwa agar menjadi manusia paling mulia di sisi Allah.”

“Bagus. Bagus. Apa masalah kelima hai Hatim?”

“Aku memperhatikan manusia lalu ku temukan mereka saling membenci, memfitnah dan mencela. Aku tahu pangakal semuanya adalah kedengkian. Lalu aku membaca firman Allah: ‘Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.’ (al Zukhruf {43}: 32). Aku pun meninggalkan kedengkian dan permusuhan terhadap manusia. Aku yakin bahwa penghidupan yang telah ditentukan Tuhanku pasti akan terjadi.”

“Kemudian, apa masalah keenam?”

“Aku memperhatikan manusia, ternyata mereka saling bertindak lalim dan bermusuhan. Aku pun mencernati masalah ini dan ternyata itu semua disebabkan oleh bisikan-bisikan setan. Dalam Al Qur’an yang mulia aku membaca firman Tuhanku, ‘Sungguh setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh.’ (Fathir{35:6). Aku pun memusuhi setan dan mencintai semua manusia.”

“Masalah ketujuh?”

“Aku memperhatikan manusia, mereka saling berlomba serta saling sikut untuk mengumpulkan dan menyimpan harta. Aku telah membaca firman Allah: ‘Dan tidak ada satu pun makhluk  bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.’ (Hud {11}:6). Aku tahu bahwa diriku termasuk binatang melata yang diberi rezeki. Aku katakan kepada diriku ’Kalau begitu untuk apa menyimpan harta dan mati-matian mengumpulkannya?’ Akhirnya, aku pun mencukupkan diriku dengan rezeki sedikit dan menyibukkan diri dengan Allah.”

“Yang terakhir, apa masalah kedelapan wahai Hatim?”

“Aku memperhatikan manusia, ternyata mereka menyandarkan diri kepada makhluk yang lain. Lalu aku menengok Al Qur’an kutemukan firman Allah: ‘Dan barang siapa  yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.’ (al –Thalaq {65}:3.) Akupun bertawakal kepada  Allah dan yakin bahwa Dia sebaik-baik yang memberikan jaminan. Dia adalah sebaik baik pelindung dan sebaik baik penolong.”

Setelah mendengar penjelasan dari murid kesayangannya, Syaqiq al –Balkhi  pun berujar,

“Semoga Allah menganugerahkan taufik kepadamu, wahai Hatim! Kamu telah menyenangkan hati ku. Kamu telah menghimpun seluruh kebaikan yang terpuji dalam delapan masalahmu. “

 

 

*) Kisah ini dikutip dari buku Yuhka ‘Anna karya Dr. Anwar Wardah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s