Puasa Sehat Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Standar

puasa-ibu-hamil

 

BERPUASA saat hamil dan menyusui adalah salah satu langkah pendidikan agama yang paling awal bagi anak. Tentu saja semuanya tergantung pada kondisi kesehatan ibu. Tetapi secara umum, asal keadaan ibu sehat, berpuasa dan menyusui dapat berjalan tanpa kesulitan. Berikut beberapa tip yang bisa dicoba.

Asupan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui membutuhkan tambahan 700 kalori per hari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh sang ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3 kali sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa, dan menjelang tidur sesudah salat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk beraktivitas. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Perbanyak konsumsi cairan

Mulai dari berbuka hingga sahur, minum air putih sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti jus buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahat sejenak, baik dengan tidur atau sekadar relaks dan menenangnkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Bekerja

Ibu yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukannya dengan tetap memperhatikan tip yang sudah disebutkan di atas. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak ASI yang akan di produksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, ASI yang diproduksi dapat berkurang. Dengan demikian, ASI berkurang bukan karena tidak makan dan minum, melainkan karena tidak memerah ASI. (http://sakinaidaman.com/)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s