Kisah Kerinduan

Standar

yeahBy: Santri DF

 

Di saat pagi aku harus merasakan perih

Di saat malam aku harus merasakan kesepian

Di saat Hari raya aku harus merasakan kerinduan

Di saat Romadlon aku harus merasakan kekososngan

 

Tiada arti hidup ini

Terasa terbuang setiap detik waktu yang ku miliki

Apa arti semua ini

Jika aku hidup dalam keterpurukan hati

 

Setiap hari ku menanti kematian

Tapi setiap detik dan menit tak kunjung datang

Setiap hari ku menanti kebahagiaan

Tapi tangis, kekosongan, penderitaan yang selalu datang menghujam

 

Berartikah aku ini bagimu Tuhan??

Bagi manusia saja aku sudah tak berarti apa-apa

Apalagi Engkau Tuhan

 

Aku hanya ingin memanggilmu ayah

Kapan kita bisa berkumpul lagi?

Apakah besok atau nanti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s