KE LANGIT TUJUH DENGAN TISSUE

Standar

Oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Penulis Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia

Oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Penulis Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia

Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sungguh, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]:10)

Dalam ayat di atas, Allah menyuruh Nabi SAW untuk meneruskan panggilan-Nya kepada semua muslim, “Wahai hamba-Ku yang beriman, “Bertakwalah kepada tuhan-Mu..” Inilah panggilan Allah (“Hai hamba-hamba-Ku..”) yang mencerminkan kedekatan dan kasih-Nya kepada orang yang beriman kepada-Nya. Allah SWT lebih dekat kepada manusia daripada manusia itu sendiri mendekat kepada-Nya. Bagi manusia yang telah beriman, ia diminta membuktikan keimanannya dalam praktek kehidupan. Tidak cukup dengan pengakuan, tapi perlu pembuktian ketakwaan. Perintah bertakwa berarti perintah melakukan hal-hal yang terbaik kepada Allah, kepada semua manusia tanpa membedakan etnis, golongan dan agama, dan perlakuan terbaik untuk lingkungan hidup. Sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan pasti mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan di dunia. Anda akan menuai buah apel segar, jika yang Anda tanam memang pohon itu. Sebailknya, Anda akan menuai badai, jika yang Anda tabur adalah angin.   “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan.” Menurut Al Qurthuby, kepuasan dan apresiasi manusia atas kebaikan yang Anda lakukan termasuk dari kebaikan yang Anda peroleh di dunia sebagaimana dimaksud dalam ayat ini. Di akhirat kelak, pasti balasan kebaikan itu jauh lebih besar.

Allah SWT mengisyaratkan, tidak semua orang memberi apresiasi atas kebaikan yang Anda lakukan. Kadangkala justeru sebaliknya, Anda mendapat perlawanan, cacian, sinisme, teror dan penyiksaan. Dalam sejarah, hanya sedikit orang yang mengapresiasi kegiatan Nabi SAW selama di Mekah, dan yang terbanyak justru penghinaan, intimidasi dan penyiksaan. Allah SWT mengingatkan, “..dan bumi Allah itu luas.” Artinya, jika benih kebaikan itu tidak cocok ditebarkan di suatu tempat, maka tidak perlu berkecil hati, karena masih banyak bumi Allah yang subur untuk benih kebaikan itu. Jika sebuah ide tidak diterima oleh suatu komunitas, jangan berkecil hati, masih banyak komunitas lain yang lebih cerdas dan siap menerima ide Anda. Melalui ayat ini, Allah SWT memberi inspirasi untuk selalu optimis, berfikir besar dan berpandangan luas seluas bumi. Tidak memandang dunia seluas daun semanggi. Jika usaha bisnis Anda tidak berkembang di suatu wilayah, jangan berputus asa. Cobalah kembangkan di tempat lain. Bumi Allah masih luas tersedia untuk usaha Anda. Percayalah, masih lebih banyak wilayah yang membutuhkan jasa dan barang Anda. Jika bakat Anda tidak bisa tersalur di suatu daerah, mengapa Anda tidak berhijrah ke daerah yang subur untuk pengembangan bakat dan kreativitas itu. Sekali lagi, “..dan bumi Allah itu luas.”

Imam Ar Rozy mengatakan, “Ayat ini turun di Mekah dan memberi isyarat kepada Nabi SAW bahwa suatu saat, ia akan hijrah dan sukses di kota Madinah. Allah SWT menutup firman dalam ayat ini, “Sungguh, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Firman ini menunjukkan, tidak ada kesuksesan tanpa keringat, air mata dan darah. Oleh sebab itu, keuletan, kesabaran menunggu hasil, tidak tergesa-gesa melihat kesuksesan, dan ketegaran menghadapi tantangan menjadi syarat mutlak untuk kesuksesan perjuangan bisnis, aksi sosial ataupun agama. Untuk menuju sukses, siapkan tissue sebanyak-banyaknya untuk mengusap keringat, air mata, bahkan darah karena harus berluka-luka menjalani kerasnya tantangan usaha ataupun dakwah.

Menurut Tafsir Imam Al Auza’iy, “Orang yang sabar menjalani penderitaan hidup akan diberi bonus istimewa, yaitu pembebasan dari pemeriksaan yang ketat di akhirat kelak. Ia akan langsung dimasukkan di ruang istimewa di surga.” Anas bin Malik r.a pernah mendengar Nabi SAW bersabda, “Semua perbuatan manusia akan diperiksa dan diperhitungkan (hisab), kecuali ahlul bala’, yaitu mereka yang bertubi-tubi mengalami cobaan dan penderitaan semasa hidupnya. Mereka memasuki surga tanpa proses pemeriksaan dan timbangan nilai perbuatannya. Melihat perlakuan istimewa untuk ahlul bala’ tersebut, maka orang-orang yang sehat semasa hidupnya, bebas dari macam-macam cobaan membayangkan kiranya di dunia dulu badannya dipotong-potong dengan gergaji.”  (Hamka, Tafsir Al Azhar Juz 23: 20-21). Tersenyumlah sekarang, wahai Anda yang hidup dalam penderitaan sampai saat ini.

Abu Hurairah r.a berkata, “Bersabarlah untuk menjalankan perintah Allah dan menghadapi cobaan. Dijamin, engkau mendapat pahala tiada batas dari Allah sebagaimana firman-Nya, “Sungguh, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas.” (Abul Laits As Samarqanday, Tanbighul Ghafilin: 144).

Jika Anda shalat dua rakaat di Masjidil Haram Mekah, Anda mendapat pahala senilai 100.000 shalat. Jika Anda mengerjakannya di Masjid Madinah, Anda dinilai sama dengan 1.000 shalat di masjid lainnya. Shalat sebelum Shubuh yang Anda kerjakan, menghasilkan pahala lebih besar daripada langit dan bumi. Banyak ibadah lain yang dijelaskan bilangan pahalanya oleh Allah SWT. Maukah Anda pahala yang jauh lebih dahsyat dari itu, bahkan tak terbatas dan tak terhitung, lalu Anda diterbangkan ke istana kemuliaan di langit tertinggi? Jawabnya hanya satu: “Jangan mengeluh dengan cobaan hidup. Pandanglah sebagai tantangan dan sekolah kematangan pribadi. Terimalah dengan sabar dan suka hati.”

Tirulah Nabi SAW yang hanya tersenyum ketika disoraki sebagai “orang gila.” Nabi SAW juga tidak berkomentar satu katapun dan hanya mengusap ludah yang disemprotkan orang di mukanya. Ketika Anda memulai karya besar, orang-orang yang berpandangan sempit dan berotak kecil akan memandang Anda gila. Apalagi ketika mengalami kegagalan. Siapkan tissue di saku Anda dan usaplah ludah busuk mereka, lalu tinggalkan pergi.

Kaki dan tangan Anda mungkin sampai berlumuran darah, tidak lagi keringat karena beratnya tantangan yang Anda hadapi. Tetap tegarlah. Sekali lagi, ambillah tissue di saku Anda, lalu usaplah darah itu dan teruskan perjuangan Anda. Bersabarlah, suatu saat, Andalah yang menikmati kebahagiaan di puncak langit kesuksesan.

Berdasar ayat di atas, ada empat hal yang harus Anda tempuh menuju kesuksesan. Pertama, tanamkan keimanan kepada Allah yang membaja dan sertakan Ia dalam semua usaha Anda. Kedua, taburkan kebaikan kepada semua orang di semua penjuru angin. Setitik kebaikan Anda adalah investasi masa depan Anda. Ketiga, berpikir dan bergeraklah yang luas melampaui wilayah tempat tinggal Anda. Keempat, jadilah MTB (Manusia Tahan Bantingan), tidak cengeng, tetap ulet mengejar cita-cita. Usaplah dengan tissue berapapun derasnya keringat Anda. Dengarkan pedasnya cemoohan orang dengan tenang dan anggaplah sebagai musik penyemangat Anda. Andalah peraih anugerah yang terjanjikan dalam firman Allah, “Sungguh, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dipenuhi pahala mereka tanpa batas.” (http://www.terapishalatbahagia.net/ke-langit-tujuh-dengan-tissue/)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s