Valentine’s Day Dalam Perspektif Islam

Standar

 

Konsultasi Agama ini diasuh Oleh : Ust. Nur Kholis Majid, S.HI, M.HI Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur Kirimkan pertanyaan anda seputar masalah keagamaan ke redaksi melalui email redaksihikmah@gmail.com ———————————

Konsultasi Agama ini diasuh Oleh :
Ust. Nur Kholis Majid, S.HI, M.HI Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur
Kirimkan pertanyaan anda seputar masalah keagamaan ke redaksi melalui email redaksihikmah@gmail.com
———————————

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb. Ustdaz yang terhormat, sebentar lagi bulan Februari akan tiba. Pada bulan tersebut, tepatnya pada tanggal 14 Februari ada sebuah tradisi yang lazim dikenang oleh generasi muda, khususnya sepasang kekasih yang sedang menjalin hubungan asmara yang masyhur dengan istilah “Valentine’s Day”.  Pada hari itu, berbagai tradisi dan cara dilakukan oleh anak muda sebagai upaya untuk merayakannya, semisal memberikan bunga kepada kekasihnya, mengenakan pakaian dan busana dengan warna yang khas, (biasanya berwarna merah muda), dan lain sebagainya. Lebih dari itu, tidak sedikit pula yang merayakannya dengan cara berekreasi dengan kekasihnya, mengungkapkan kata-kata yang mesrah, dan melakukan aksi-aksi romantis lainnya. Pertanyaan saya ustadz, Bolehkah kita merayakannnya dan bagaimana pandangan Islam tentang valentine’s day tersebut? Atas jawabannya saya sampaikan terima kasih.

Robi

Asemrowo-Surabaya

Jawaban:

                Mas Robi yang dimulyakan oleh Allah SWT, berdasarkan literatur yang saya baca, terdapat banyak versi tentang asal muasal adanya valentine’s day. Menurut historian terkenal, substansi dari valentine’s day ialah momentum yang sangat tepat untuk mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya terhadap kekasihnya. Islam sebagai agama penebar rahmat (kasih saying) kepada pemeluknya, tidak melarang pemeluknya untuk saling mencintai dan menyayangi sekalipun dengan lawan jenis yang bukan mahromnya, bahkan menganjurkannya. Hal ini terlihat dari sabda Nabi SAW:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ     [1]

Artinya: “Dari Ibn Abbas beliau berkata: Rasul SAW bersabda: bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil, orang yang tidak menghormati orang yang tua, memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran”.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أُرَاهُ رَفَعَهُ قَالَ أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا[2]

Artinya: “Dari Abi Hurairah r.a. beliau berkata: cintailah kekasihmu sedang-sedang saja, bisa jadi suatu hari nanti akan dibenci olehmu, dan marahilah kekasihmu sedang-sedang saja, bisa jadi suatu hari nanti akan dicintai olehmu”.

Berdasarkan dua teks hadis diatas, Islam sesungguhnya memerintahkan kepada pemeluknya untuk saling mencintai dan menyayangi. Namun, kepada siapa kita mencintai dan bagaimana rasa cinta dan kasih sayang tersebut diwujudkan? Bacalah penjelasan berikut ini !

Mas Robi yang dirahmati Allah SWT, rasa cinta dan kasih sayang yang tertanam dalam jiwa manusia hakikatnya adalah anugerah Allah SWT kepada umat manusia sejak mereka terlahir ke alam yang fana’ ini untuk menghiasi hasrat manusia akan keindahan alam ini. Hal tersebut merupakan kenikmatan yang patut disyukuri, mengingat tanpa adanya rasa cinta dan kasih sayang tersebut, hidup ini akan terasa hampar bagaikan taman tanpa bunga. Demikian Allah SWT menciptakan dunia dengan hiasan rasa cinta dan kasih sayang. Dan secara filosofis, Allah menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Jika ada rasa cinta, pasti ada rasa benci, jika ada positif, pasti ada negative, dan begitu seterusnya. Dengan demikian, rasa cinta itu harus dirawat, dan dibina untuk menggapai kebahagiaan yang sempurna.

Dari paparan diatas, penulis dapat memberikan beberapa kesimpulan bahwa secara substansial ajaran, valentine’s day yang identik dengan hari kasih sayang dan percintaan, relevan dengan ajaran Islam secara universal, dan sesuai dengan naluri dan fitrah manusia mengingat adanya banyak teks syar’i yang secara spesifik memerintahkan kita untuk mencintai dan menyayangi sesama, diantaranya dua teks hadis diatas. Akan tetapi, secara tradisi dan sosial kemasyarakatan, memaknai valentine’s day dengan aksi-aksi yang tidak syar’i sebagaimana umumnya tradisi generasi muda era sekarang, tentu Islam dengan sangat tegas melarangnya. Hal ini dapat dianalogikan dengan adanya larangan memandang kepada lawan jenis yang disertai dengan kesengajaan. Jika memandang lawan jenis yang bukan mahromnya saja dilarang, apalagi diwujudkan dengan aksi-aksi nyata tanpa ikatan atau hubungan yang sah secara syar’i, tentu akan lebih jelas keharamannya. Oleh karenanya, seharusnya rasa cinta dan aksih sayang tersebut diwujudkan dengan cara yang halal dan etis dengan memperhatikan kemaslahatan umum. Artinya, jangan sekali-kali mengumbar rasa cinta dan kasih sayang dihadapan publik yang memancing orang untuk bersikap emosional. Selain itu, rasa cinta dan kasih sayang seharusnya dipersembahkan untuk orang-orang yang dibenarkan secara syariat seperti ayah, ibu, kakek, nenek, kakak, adik, guru dan lain sebagainya yang pernah berjasa kepada kita. Dengan demikian, kesalahan memaknai valentine’s day tersebut bukan terletak pada aspek substansi ajarannya, melainkan pada cara dan sikap kita.

Mas Robi yang budiman, demikianlah jawaban dan tanggapan Penulis tentang esensi dan konsekuensi hukum mengenang dan merayakan valentine’s day, semoga kita, dan keluarga kita tidak terkontaminasi dengan tradisi yang tidak syar’i, dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya, amin !


[1] Sunan Turmudzi, Juz VII, hal. 379. Hadis No. 2046

[2] Sunan Turmudzi, Juz VIII, hal. 6 Hadis No. 2128

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s