BERTEMU KUNTILANAK

Standar

url13Seorang anak kecil baru selesai ikut sholat jam’ah di mushollah. Dia berjalan sendiri pulang ke rumahnya, yang kira-kira 600 meter dari mushollah. Jalanan menuju rumahnya gelap dan membelah bentangan sawah, dan di ujung sana ada rumpun bambu lebat dan bergoyang mengelurkan bunyi-bunyi yang mengerikan.

Dia berhenti di ujung jalan, ketakutan memikirkan banyak hal, karena dia ingat cerita teman-temannya tentang kuntilanak yang menunggu rumpun bambu itu. Yang membuatnya semakin takut, karena dia belum hafal banyak doa, terutama yang untuk menolak gangguan makhluk halus. Lama dia berdiri ketakutan dan enggan untuk pulang, dia berharap kakanya akan menjemputnya pulang. Sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berlari sekencang mungkin sambil berteriak-teriak menekan rasa takutnya.

Dengan segenap kemampuannya ia berlari sekencang-kencangnya, tiba-tiba, mak jleg! Munculah sang kuntilanak, menatap penuh lekat sang anak sambil menyeringai menjulurkan lidahnya yang panjang. Sang anak kecil berhenti dan membeku, matanya berputar mencari doa dalam ingatannya, dan yang diketahuinya hanya doa sebelum makan. Karena sang kuntilanak semakin mendekat, dia tak panjang pikir lagi, langsung melafalkan satu-satunya doa yang dihafalnya, yaitu doa sebelum makan.

“Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaar.” Ya Tuhan berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Aamiin

Tiba-tiba … sang kuntilanak berhenti, matanya mengerjap tak percaya, lidahnya langsung ditarik masuk, sreeet!, ia menjadi gemetar, berputar cepat dan lari tunggang-langgang ketakutan. Sambil terengah-engah dia menggerutu: “Busyet dah, baru ini seumur-umur gangguin manusia, gua mau dimakan anak kecil.”

Saudaraku yang dirahmati Alloh, belajarlah untuk lebih tenang dan lebih hening. Kehidupan ini tidaklah keras, padat, berisik, dan sibuk seperti yang kita lihat. Kehidupan ini gaib dan magis, sehingga tidak terlihat kecuali oleh pikiran yang tenang, dan tidak terdengar kecuali oleh hati yang hening. Yang kita lihat dan dengar di sekitar kita ini hanya bayangan dan gema dari kehidupan yang sebenarnya. Tenang dan heninglah. Itu adalah cara untuk berada di dalam kehidupan yang penuh pengertian.

Semua orang mengalami rasa malas, tapi tidak setiap orang ikhlas menjadikan dirinya tidak berguna. Semua orang merasakan ketakutan, tapi tidak setiap orang mengerdil karenanya. Jadilah pribadi yang lebih kuat dari rasa malasmu. Jadilah pribadi yang ikhlas bertindak, walau pun sedang takut. Jangan hanya menunggu sampai engkau tidak takut, sebelum bertindak. Itu perilaku penakut. Sudahlah. Tinggalkanlah yang tidak menguatkan kehidupanmu, dan mulailah menjadi pribadi yang lebih kuat hari ini. Mulailah dari kebaikan yang sederhana, yang paling mudah, yang paling dekat dengan dirimu. Dan mulailah segera.

By: Hunainah eL-ischaq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s