Kepatuhan Dengan Bimbingan

Standar

tahajjudSalam untuk ayah dan bunda juara.

Kali ini kita akan membahas tentang solusi untuk anak yang sulit melaksanakan perintah. Anak memang bukanlah alat yang dengan seenak hati kita bisa menyuruh ini dan itu. Namun anak harus diajarkan untuk patuh dan melaksanakan suatu aktifitas yang baik, seperti beribadah (sholat, ngaji) dan membantu orang tua yang tidak lain dan tak bukan adalah untuk pembentukan karakter anak sendiri.

Problem yang kita angkat pada kesempatan kali ini adalah bagaimana kalau si anak sulit sekali untuk patuh kepada perintah orang tua?

Salah satu metode yang bisa kita praktikan adalah dengan “kepatuhan dengan bimbingan”. Metode ini tidak hanya cepat mendidik anak untuk patuh pada orang tua, tetapi juga membantu orang tua agar tidak mengulang-ulang perintah dan berteriak-teriak kepada buah hatinya. Konsep “kepatuhan dengan bimbingan” berisi cara membantu anak agar patuh dengan dibimbing oleh orang tua.

Langkah-lagkah yang harus ayah dan bunda ikuti agar metode ini bisa berjalan dengan baik adalah:

  1. Berikan perintah yang ringan, mudah dan tidak butuh banyak waktu dalam pengerjaannya. Misalnya “letakkan sendok diata meja”, “ambil bola di lantai”, “ambilkan garam”
  2. Apabila anak langsung melaksanakan perintah anda, maka berilah ucapan terimakasih atas kepatuhannya. Tetapi berhati-hatilah jangan memberikan pujian yang berlebihan. Ayah dan bunda bisa mengatakan “jazakallah”. Namun jika tak berhasil, anda bisa melaksanakan cara selanjutnya.
  3. Jika buah hati anda tidak mematuhi perintah dalam lima detik, maka anda harus membimbingnya secara langsung untuk mengerjakan perintah. Ulangi perintah dengan kalimat dan intonasi yang sama persis, misalnya “Fawwaz, tolong ambilkan garam!”, sembari memberikan perintah yang ke dua, dekatilah buah hati anda, peganglah tangannya, lalu bimbinglah ia untuk menjalankan perintah. Misalnya, ajak buah hati anda menuju tempat garam dan tuntun tangannya untuk memegang, lalu arahkan dia membawa garam tersebut berjalan menuju tempat anda memberikan perintah.
  4. Setelah anda membantu secara langsung buah hati anda untuk melakukan perintah, pujilah dan ucapkan terimakasih kepadanya. Anda telah membantunya dengan tindakan dan mengarahkannya secara fisik. Inilah konsep “kepatuhan dengan bimbingan”. Anak melakukan apa yang anda minta. Memang dia mengerjakan permintaan itu atas bantuan anda, tetapi, tetap saja anda harusmemberikan pujian kepadanya.

Ternyata strategi ini cukup ampuh untuk diterapkan kepada buah hati anda yang tegolong sulit untuk diatur. Strategi ini memang membuat anak merasa diperlakukan menjadi boneka. Hal ini menyebabkan pertarungan dalam kepala anak yang keras kepala dan menjadikannya berfikir “aku tidak mau dipaksa bunda. Aku akan melakukan sesuatu untuk mencegahnya memaksaku mengerjakan yang tidak aku suka. Jalan keluarnya adalah aku kerjakan yang bunda mau sebelum memaksaku”.

Di sini anak mampu memahami dua hal :

  1. Anak harus patuh pada orang tua. Jika anak anak tidak melakukan perintah karena kemauannya sendiri, maka dia akan mengerjakannya dengan paksaan.
  2. Apabila anak memilih patuh, maka ia akan tetap menguasai situasi. Inilah pilihan utama anak yang keras kepala dan tidak mau dikuasai oleh orang lain.

Ayah dan bunda yang baik hatinya, konsep ini tidaklah serta merta diberikan kepada buah hati, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh ayah dan bunda ketika menerapkan konsep ini diantaranya:

  1. Berikan perintah kepada anak dengan menggunakan empat langkah yang telah dijelaskan diawal. Ayah dan bunda harus komitmen memberinya lima, sepuluh, sampai dua puluh eprintah dalam satu hari dengan mengikuti konsep “Kepatuhan dengan Bimbingan”. Perintah-perintah tersebutharus berupa hal-hal yang ayah dan bunda anggap sesuai dengan kemampuan anak.
  2. Berilah jeda sekitar sepuluh, lima belas menit, atu jam,bahkan dua jam antara satu perintah dengan perintah yang lain.
  3. Konsep “Kepatuhan dengan Bimbingan” tepat diterapkan pada anak mulai usia tiga sampai sembilan tahun. Disarankan agar konsep ini tidak diterpakan pada anak usia lima belas tahun karena dia akan menolak dan menentang.
  4. Biasakan diri untuk tenang dan santai sepanjang menerapkan konsep ini. Hindari teriakan, perlakuan kasar, apalagi pukulan.
  5. Setiap perintah harus berupa hal-hal yang dapat langsung dikerjakan anak seperti membuka pintu, mengambil air, memegang ujung tali, dan menaruh piring setelah makan. Sebab ada perintah yang tidak harus langsung dilakuakn, seperti mengerjakan PR, mematikan TV, membereskan mainan, dan lain-lain. Semua contoh tersebut bisa disepakati dan ditunda pada waktu yang lain.

Nah,,, ayah dan bunda, mudah kan??? yang terpenting lagi selalu gunakan kalimat positif dalam berkomunikasi kepada anak, dan konsisten. Semoga buah hati anda menjadi anak yang sholih sholihah, patuh pada orang tua, jadi pemimpin yang tangguh dan memberikan manfaat untuk sesama. Selamat menjadi ayah dan bunda Juara.😀

[Nurul]

Sumber: “50 kiat praktis mendidik anak tanpa marah” karya Abdullah Muhammad Abdul Mu’thi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s