Perkataan Adalah Doa

Standar

kata-1(Oleh : Ustadzah Nurul Maulidah, S. Sos. I.)

Kisah ini saya petik dari kisah nyata seoang muslim yang pindah agama menjadi kristiani karena ucapan sang Syekh di salah satu pondok pesantren modern terbesar di Asia yang berlokasi di Indramayu.

Pada suatu hari pondok pesantren yang agung dan megah itu mendapat kunjungan dari rombongan Pastur gereja dari daerah Bogor. Pondok ini memang memiliki motto “melestarikan budaya toleransi dan perdamaian” sehingga tak ayal pondok ini kerap kali mendapatkan kunjungan dari berbagai ormas (organisasi masyarakat) baik muslim maupun non muslim.

Rombongan pastur itu tiba setelah pelaksanaan sholat jum’at usai. Sang syekh yang kala itu meminta para staff dan ustad pondok untuk menyambut mereka. Salah satu ustad merekomendasikan salah seorang ustad lain yang bernama ustad Ibrahim untuk menjadi koordinator penyambutan rombongan pastur tersebut. Namun kala itu dengan maksud bergurau sang syekh mengatakan “jangan lah kalau pak Ibrahim, nanti  namanya ganti jadi Abraham lagi,,, “ dengan nada bercandanya. Mendengar ucapan itu para staff pun serentak tertawa.

Tidak lama setelah kunjungan para pastur tersebut, ustadz Ibrahim memutuskan untuk resign dari pengabdiannya sebagai ustadz di pesantren tersebut tanpa memberikan alasan yang jelas mengenai pengunduran dirinya.

Beberapa bulan kemudian, pesantren tersebut mendapat kunjungan dari seorang tamu yang bukanlah sosok asing lagi di pesantren tersebut yaitu ustad Ibrahim. Kunjungan kali ini  bukan hanya sekedar silaturrahim biasa, sosok ustad Ibrahim memiliki niatan khusus untuk meng-aklamasi-kan dirinya didepan Sang syekh beserta jajaran ustadz-ustadzah dan staff yang lain bahwa dirinya kini bukan lagi seorang muslim yang ta’at seperti beberapa bulan yang lalu, ia kini adalah seorang pastur di salah satu gereja di Jawa Barat. Bagai petir di siang bolong sontak saja kabar tersebut membuat heboh dan gempar seantero pesantren.

Yang membuat semuanya lebih tercengang lagi, sang ustadz Ibrahim yang kini mengubah namanya sebagai Abraham tersebut menyatakan terimakasih atas doa yang telah “diucapkan” oleh Syeh ketika penunjukan petugas penerima tamu saat kunjungan rombongan pastur beberapa bulan silam.

Astaghfirullah,,, seorang Syeh saja masih melakukan kesalahan yang memang hanya sekedar bercanda, namun setiap kata adalah doa dan tiap prasangka pun terhitung doa. Syeh juga manusia biasa yang juga kadang khilaf dan dosa, apalagi kita yang masih dalam proses tarbiyah atau belajar yang awam soal agama, masih banyak kata-kata yang sering kita ucapkan kepada orang lain yang tanpa disengaja membuat mereka sakit hati dan prasangka buruk pada orang yang tidak kita sukai.

Na’udzubillah min syarri dzaalik semoga kita senantiasa berfikir sebelum berucap serta bertindak dan berprasangka baik pada orang lain. Karena tidak ada ruginya menjadi orang yang baik. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini. ()

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s