Pola Asuh Kombinasi

Standar

768988590pOleh : Ustadzah Nurul Maulidah, S.Sos.I.

(Pengasuh Santri Putri Darul Falah)

Anak-anak memiliki ragam sikap, karakter, perilaku dan sensitifitas yang berbeda. Ada yang aktif bahkan hyperaktif, pendiam, pemalu, riang, ringan tangan, dan masih banyak lagi karakter yang nampak pada anak-anak. Tahukah ayah dan bunda,,, itu semua adalah potensi yang dimiliki anak-anak kita yang apabila kita bisa mengarahkan serta mengeksplorasi semua itu menjadi suatu potensi dan kelebihan bagi mereka. Nah,,, cara mengarahkan dan mengeksplorasi ini tergantung dengan pola asuh yang kita pakai dan terapkan kepada anak-anak kita. Pertanyaannya seperti apa sih pola asuh yang sudah kita pakai dan sudah tepatkah untuk anak-anak kita?

Ada beberapa jenis pola asuh yang bisanya di pakai para orang tua diantaranya Otoriter, Permisif dan Demokratis. Kebanyakan orang tua ketika ditanya tentang pola asuh yang terbaik, mereka selalu menjawab demokratis. Namun dari beberapa ahli psikologis mengatakan bahwa pola asuh yang terbaik adalah jenis Kombinasi. Jenis ini menggabungkan tiga pola asuh yang sudah disebut diatas sesuai dengan kondisi anak pada saat itu. Layaknya layang-layang yang kadang kala harus ditarik dan diulur untuk menjaga keseimbangannya di udara, begitupun anak-anak kita, kadang kita harus memposisikan diri menjadi ego anak untuk bisa menciptakan empati bagi mereka, kadang menjadi ego dewasa untuk menjadi sosok yang bijak dan jadi partner bagi mereka dan juga menjadi ego orang tua agar anak mampu melakukan brainstorming atas apa yang dirasakan orang tua atas sikap mereka.

Suasana hati anak setiap waktu selalu berubah sehingga sangat diperlukan kepandaian orang tua untuk mengkombinasikan pola asuh agar tujuan pengasuhan anak, yaitu untuk menyejahterakan anak baik psikis maupun fisik dapat tercapai.

Pola asuh type kombinasi adalah orang tua yang menerapkan pola asuh sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak. Pada pola asuh ini orang tua tidak selamanya memberikan alternatif seperti halnya pola asuh demokratis, akan tetapi juga tidak selamanya melarang seperti halnya orang tua yang menerapkan ototriter dan juga tida secara terus menerus membiarkan anak seperti pada penerapan pola asuh permisif.

Pada pola asuh kombinasi orang tua akan memberikan larangan jika tindakan anak menurut orang tua membahayakan, membiarkan saja jika tindakan anak masih dalam batas wajar dan memberikan alternatif jika anak paham tentang alternative yang ditawarkan.

Ayah dan bunda yang baik hati, ini ada beberapa tips yang dapat kita gunakan dalam menerapkan pola asuh type kobinasi pada anak kita. Tips-tips ini insyaalloh dapat membantu ayah dan bunda  untuk mempererat hubungannya dengan anak.

Menyediakan waktu untuk anak

Komunikasi yang baik memerlukan waktu yang berkualitas dan ini yang kadang tidak dipikirkan oleh orang tua. Tak sedikit orang tua yang meyakini bahwa yang penting adalah kualitas bukan kuantitas. Padahal dalam hal komunikasi, kuantitas juga diperlukan. Bila orang tua bisa memberikan waktu yang berkualitas bagi anaknya, maka itu berarti ia sudah mengasihi dan memperhatikan anaknya.

Berkomunikasi secara pribadi

Jangan tunggu sampai anak bermasalah. Setiap kali ada kesempatan, manfaatkan momen tersebut untuk mengajak anak bicara. Bicara di sini tidak sekadar basa-basi menanyakan apa kabarnya hari ini. Akan tetapi sebaiknya orang tua juga bisa menyelami perasaan senang, sedih, marah maupun keluh kesah anak.

Menghargai anak

Hargai keberadaan anak. Jangan hanya menganggapnya sebagai anak kecil. Kalaupun sedang bicara dengan anak, posisikan dirinya sebagai sosok yang dihargai dan sederajat. Dalam beberapa hal tertentu ada yang lebih diketahui anak ketimbang orang tua. Jadi ada baiknya orang tua pun belajar untuk menghargai dan mendengarkan pendapat anaknya.

Mengerti anak

Dalam berkomunikasi dengan anak, orang tua sebaiknya berusaha untuk mengerti dunia anak, memandang posisi mereka, mendengarkan apa ceritanya dan apa dalihnya. Mengenali apa yang menjadi suka dan duka, kegemaran, kesulitan, kelebihan, serta kekurangan mereka.

Menciptakan hubungan yang baik

Hubungan yang erat dapat mempersempit jurang pemisah antara orang tua dan anak. Dengan demikian anak mau bersikap terbuka dengan menceritakan seluruh isi hatinya tanpa ada yang ditutup-tutupi di hadapan orang tua.

Berikan sentuhan/kedekatan fisik dan kontak mata

Usahakan setiap hari untuk menyentuh, melakukan kontak mata dan kedekatan fisik dengan anak. Anak akan merasakan kasih sayang dan kehangatan orang tua bila ayah atau ibu mau melakukan hal-hal tersebut.

Dengarkan anak

Orang tua sebaiknya belajar untuk menjadi pendengar aktif bagi anaknya. Dengan demikian anak akan tahu bahwa orang tua mampu memahaminya seperti yang mereka rasakan. Bukan seperti yang dilihat atau disangka orang tuanya. Cara ini akan membuat anak merasa penting dan berharga. Selain itu anak akan belajar untuk mengenali, menerima, dan mengerti perasaan mereka sendiri, serta menemukan cara untuk mengatasi masalahnya. ()

(Referensi : Sumitro, S.Psi. – dalam Jurnal Psikologi Edisi V 2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s