Anak Sholih: Sumber Kebahagiaan Orang Tua Di Dunia Dan Di Akhirat

Standar

img_1095Bapak/Ibu yang dirohmati oleh Alloh ta’ala. Sebagai orang tua, tentu bapak/ibu sangat berharap agar dikaruniai oleh Alloh ta’ala anak-anak yang sholih dan sholihah. Anak yang sholih adalah anak yang baik. Anak yang baik kepada Alloh ta’ala, baik kepada orang tua, dan baik kepada sesama. Sebenarnya, bagaimana sih potret anak yang sholih itu? Berikut kami paparkan ciri-ciri anak yang sholih berdasarkan al-Quran surat Luqman ayat 15-19;

  1. Berlaku baik kepada ibu bapaknya. Anak yang sholih sangat mencintai orangtuanya. Ia akan senantiasa berbuat baik kepada orang tuannya.
  2. Menjauhi perbuatan buruk sekalipun tidak ada orang lain yang melihat. Anak yang sholih dekat dengan Tuhannya. Ia selalu merasa diawasi oleh Tuhannya kapan pun dan di mana pun. Ia tidak mau berbuat buruk. Ia malu kepada Tuhannya yang selalu mengawasinya.
  3. Mendirikan sholat. Anak yang sholih adalah anak yang senantiasa mendirikan sholat fardlu. Ia sadar bahwa sholat merupakan ibadah yang paling penting karena berhubungan langsung dengan Alloh ta’ala.
  4. Memerintah yang baik dan mencegah dari yang munkar. Anak yang sholih senantiasa berusaha mengajak orang lain berbuat baik dan mencegah orang lain berbuat yang munkar, baik dengan kewenangannya, lisannya, maupun dengan hatinya.
  5. Sabar menghadapi cobaan. Anak yang sholih sadar bahwa setiap cobaan hidup datangnya dari Alloh ta’ala. Ia senantiasa bersikap sabar dan tidak putus asa karena yakin akan pertolongan dari Alloh ta’ala.
  6. Bersikap rendah hati (tidak sombong). Anak yang sholih tidak mau menyombongkan diri. Ia tahu bahwa sombong (takabbur) adalah dosa besar karena yang berhak memiliki sifat takabbur hanyalah Alloh ta’ala. Ia tidak mau mengikuti jejak Iblis yang dengan sombong menolak perintah Alloh ta’ala untuk bersujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalam. Iblis merasa dirinya lebih baik daripada Nabi Adam ‘alaihissalam.
  7. Berbuat baik kepada masyarakat. Anak yang sholih tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia juga memikirkan kebaikan bagi masyarakat sekitarnya. Baginya, manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.
  8. Bertutur kata yang baik (sopan) dan menghormati orang lain. Anak yang sholih memiliki tutur kata yang sopan, yang baik, dan menentramkan hati orang lain. Perangainya lembut, tidak suka bersikap kasar dan menjauhi perkataan yang kotor. Anak sholih senantiasa menghormati orang lain. Ia tidak mau menghina orang lain. Ia sadar bahwa manusia itu bisa menjadi mulia di sisi Alloh ta’ala karena ketaqwaannya, bukan karena kekayaannya, ketampanan/kecantikannya, ataupun pangkatnya.

 

Itulah beberapa ciri anak yang sholih. Tentu, kita sebagai orang tua akan sangat bahagia jika memiliki anak-anak seperti itu.

Bapak Ibu yang berbahagia. Memiliki anak yang sholih mendatangkan banyak manfaat bagi orang tua, baik di dunia maupun di akhirat. Beberapa manfaat anak yang sholih bagi orang tua semasa hidup di dunia adalah sebagai berikut;

  1. Orang tua mendapatkan bakti dari anak yang sholih.

Anak yang sholih akan selalu berbakti kepada kedua orang tuanya. Seperti kisah seorang pemuda pada zaman Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

Saat Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam thawaf beliau melihat seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?” Nabi shollallohu alaihi wa sallam sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti,…..”

Begitulah anak yang sholih. Anak yang sholih selalu sadar bahwa Alloh ta’ala menciptakan dia melalui orang tuanya. Orang tuanya lah yang menjaga dan mendidiknya sejak di dalam kandungan, semasa ia masih kecil dan lemah, hingga ia beranjak dewasa. Anak yang sholih sadar bahwa ridlo Alloh ta’ala berada pada ridlo orang tuanya. Oleh karena itu anak yang sholih otomatis akan senantiasa berusaha berbakti kepada kedua orang tuanya.

 

  1. Anak yang sholih bisa menjadi penyelamat bagi keluarga.

Anak yang sholih sadar akan perintah Tuhannya, “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” Anak sholih akan berusaha semaksimal mungkin agar dia dan keluarganya senantiasa melaksanakan perintah Alloh ta’ala dan menjauhi laranganNya. Dia tidak hanya memikirkan keselamatan dan kebahagiaan dirinya sendiri, tetapi juga keluarganya, terutama ayah ibu nya. Anak yang sholih akan senantiasa menasehati keluarganya agar senantiasa menjalani hidup dengan mentauladani Rosulillah Muhammad shollallohu alaihi wa sallam. Karena dia anak yang sholih, tentu dia akan menyampaikan nasehatnya itu dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang.

 

  1. Anak yang sholih menjadi sumber kebahagiaan orang tua di dunia

Bayangkan, jika Anda sebagai orang tua memiliki anak yang pandai, kaya, dan berpangkat tinggi. Namun dia lupa kepada orang tunya. Dia sering berkata kasar kepada orang tua. Dia jauh dari Alloh dan Rosululloh. Hidupnya hanya dihabiskan untuk memenuhi keinginan dan hasrat pribadinya. Atau jika Anda memiliki anak yang sering tawuran, suka minum minuman keras, terlibat narkoba dan free-sex, serta tidak pernah memikirkan kebaikan bagi orang tua dan keluarganya. Saya yakin, tentu Anda akan merasa sedih. Sebaliknya, bayangkan jika Anda memiliki anak yang dekat dengan Alloh dan Rosululloh. Hidupnya dipenuhi dengan ibadah dan perbuatan baik. Dia selalu berusaha membantu kedua orang tuanya. Dia senantiasa meringankan beban orang tua. Berkata “ah” aja dia gak mau, apa lagi berkata kasar. Tutur katanya lemah lembut, menentramkan jiwa orang yang diajak bicara. Saya yakin, Anda akan sangat bahagia jika memiliki anak seperti ini. Benarlah apa yang dikatakan sahabat Ibnu Abbas, bahwa salah satu indikator kebahagiaan di dunia adalah memiliki anak-anak yang baik, anak-anak yang sholih-sholihah.

 

Selain bermanfaat bagi orang tua di dunia semasa hidupnya, anak yang sholih juga bermanfaat bagi orang tua setelah meninggal dunia dan kelak di akhirat.

  1. Anak yang sholih senantiasa mendoakan orang tuanya

Anak yang sholih senantiasa berbakti kepada orang tua baik ketika orangtuanya masih hidup maupun ketika sudah meninggal dunia. Jika orangtuanya sudah meninggal dunia, anak yang sholih tetap senantiasa mendoakan orang tuanya. Tentu ini manfaat yang besar bagi orang tua karena Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda, ” Apabila manusia mati, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: Shadaqah jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan untuk orang tuanya.”(HR.Muslim dari Abu Hurairah)

Dan pada riwayat Ibnu Majah dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik yang ditinggalkan oleh seseorang setelah kematiannya adalah tiga perkara: anak shalih yang mendo’akannya, shadaqah mengalir yang pahalanya sampai kepadanya, dan ilmu yang diamalkan orang setelah (kematian) nya”.

  1. Istighfar anak yang sholih bisa meninggikan derajat orang tuanya di sisi Alloh ta’ala

Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam juga menerangkan bahwa setelah meninggal dunia, derajat orang masih bisa diangkat. Si mayit yang merasa diangkat derajatnya terkejut dan berkata,” Ya Allah, apa ini?” maka akan dijawab, ” Itu karena anakmu selalu memintakan ampun untukmu.” (HR.Bukhori dalam Adab Mufrad, dari Abu Hurairah).

 

Itulah beberapa manfaat anak yang sholih bagi orang tuanya, baik ketika orang tua masih hidup di dunia, maupun ketika orang tua sudah wafat dan nanti di akhirat. Apakah Anda ingin memiliki anak-anak yang sholih seperti itu? Semoga Alloh ta’ala menganugerahi kita dengan anak-anak yang sholih dan sholihah. Amin. [tj]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s