Anak saya bertanya aneh-aneh tentang seks

Standar

SONY DSCPertanyaan.

Assalamualaikum wr wb.

Saya memiliki anak laki-laki berusia 9 tahun. Ia memiliki 2 kakak perempuan, yang satu berusia 14 tahun dan satunya lagi berusia 16 tahun. Anak laki-laki saya ini sering melontarkan pertanyaan yang aneh-aneh. Contohnya, “Kelamin itu apa?”, “Film porno itu apa?”, “Situs seks itu apa?”, “Zina itu apa?” dan lain sebaginya. Terkadang saya menghindar dengan mengatakan, “coba kamu tanya ke ayah”. Namun dia tidak mau. Mungkin saja dia takut kepada ayahnya karena dia tahu bahwa pertanyaannya itu aneh. Lain kali saya katakan kepada dia, “kamu gak boleh bicara seperti itu!” Jujur. Saya sangat kebingungan. Bagaimana cara menjawab pertanyaan aneh anak laki-laki saya itu? Terimakasih.

Wassalamualaikum wr. Wb.

(Nusaibah)

Jawaban.

Wa’alaikum salam wr wb.

Ibu Nusaibah yang dirohmati oleh Alloh ta’ala. Terimakasih atas kepercayaan Anda kepada kami. Kami berharap jawaban dan penjelasan dari kami dapat menjadi solusi bagi Anda sekeluarga.

Anak laki-laki Anda berusia 9 tahun. Usia tersebut adalah usia menjelang puber. Pertanyaan-pertanyaan yang Anda sebut “aneh” itu sebenarnya adalah sesuatu yang wajar dan normal bagi anak seusia itu. karena pada usia menjelang puber tersebut persoalan seks mulai terlintas di benak anak. Jika kedua orang tua tidak memberikan jawaban yang memuaskan dan meyakinkan, atau bahkan menghindar dan merasa terbebani dengan pertanyaan-pertanyan itu, maka anak Anda akan mencari tahu sendiri jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dia. Dan jika anak Anda mendapatkan jawaban dari sumber yang tidak baik dan tidak valid, tentu hal tersebut sangat berbahaya bagi anak Anda. Bisa-bisa putra Anda mendapatkan informasi yang keliru dan pemahaman yang salah. Informasi dan pemahaman yang tidak benar bisa menyebabkan dia terdorong untuk melakukan hal-hal yang buruk dan terlarang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dan suami Anda mendengarkan baik-baik pertanyaan anak Anda. Buat dia merasa nyaman berada di samping Anda.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lalukan.

Langkah pertama.

Sampaikanlah kondisi anak ini kepada ayahnya. Jelaskan bahwa anak laki-laki Anda sudah mendekati masa aqil baligh. Sudah saatnya membuka pembicaraan seputar cita-cita, kegiatan, dan teman-temannya. Bicarakan hal-hal tersebut dengan anak Anda dengan penuh keakraban. Berkaitan dengan pertanyaan anak Anda seputar seks, sebaiknya ayahnya lah yang memberikan penjelasan karena dia anak laki-laki. Namun jika suami Anda tidak bisa melakukan hal tersebut, Anda bisa mengambil peran itu atau Anda bisa minta bantuan kepada paman atau gurunya yang memiliki pendidikan dan pengetahuan ilmiah dan syari’ah yang memadai. Namun saya sarankan, usahakan Anda atau suami Andalah yang memberikan jawaban dan penjelasan kepada anak laki-laki Anda karena Anda berdualah orang tuanya. Apalagi, seperti yang Anda ceritakan, anak laki-laki Anda bertanya kepada Anda. Hal itu berarti dia percaya kepada Anda dan berharap jawaban dari Anda.

Ibu Nusaibah yang dimuliakan oleh Alloh ta’ala. Ketika anak kita datang dan bertanya sesuatu kepada kita, seharusnya kita bersyukur karena anak kita mempercayai kita. Hargailah anak Anda. Hargailah perkembangan akalnya. Hindari berkata, “kamu tidak boleh berkata seperti itu!”. Karena perkataan tersebut dapat menyebabkan anak Anda menjahui Anda. Ini tentu tidak Anda inginkan. Kalau Anda memang belum bisa memberikan jawaban, katakan saja dengan jujur kepada dia. Dan berjanjilah akan memberikan jawaban secepatnya. Tentu, Anda harus segera mempelajari apa yang ditanyakan oleh anak Anda, mencaritahu jawabannya dan bagaimana cara menjelaskannya. Langkah Anda untuk berkonsultasi seperti ini merupakan langkah yang benar.

Beberapa prinsip dasar ketika menyampaikan pengetahuan dan pendidikan seks kepada anak;

  1. Orang tua hendaknya menyampaikan materi tentang reproduksi dan seks dengan bahasa yang halus dan sopan. Gunakan bahasa yang santun tapi jelas dan bisa dipahami oleh anak.
  2. Bersikaplah wajar. Tunjukkan sikap yang normal dan biasa-biasa saja. Tidak perlu terkejut secara berlebihan, apalagi sampai marah-marah. Dengan seperti ini anak Anda akan menganggap bahwa perkara seks itu adalah sesuatu yang normal dan wajar. Mempelajarinya bukanlah perbuatan dosa. Di dalam ajaran Islam terdapat aturan dan batasan yang jelas dalam hal ini.
  3. Jawaban dan penjelasan yang orang tua sampaikan, selain informative dan memahamkan, hendaknya juga mencakup aspek fiqh, akhlaq, dan aqidah. Sehingga sedari dini seorang anak memiliki keterikatan dengan syariat Islam dan kedekatan kepada Alloh ta’ala.

Contoh jawaban praktis:

“Kelamin itu apa?”

“Kelamin adalah sebuah anggota tubuh yang diberikan oleh Alloh ta’ala kepada manusia. Letaknya diantara dua selakangan. Kelamin ini berfungsi untuk mengeluarkan air kencing dari tubuh sehingga tubuh menjadi sehat”.

“Film porno itu apa?”

“Film porno adalah film yang menunjukkan aurot laki-laki dan perempuan. Aurot laki-laki adalah anggota badan di antara pusar dan lutut. Sedangkan aurot perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. Alloh ta’ala memerintahkan kita untuk menutup aurot. Alloh ta’ala melarang kita untuk membuka aurot. Aurot adalah milik kita yang sangat rahasia. Alloh ta’ala juga melarang kita melihat aurot orang lain. Oleh karena itu, menonton film porno itu dilarang oleh Alloh ta’ala. Itu berdosa. Dan dosa akan mengantarkan kita masuk ke neraka. Kamu gak mau kan masuk neraka?”

“Situs seks itu apa?”

“Seks adalah kata lain dari kelamin. Situs seks adalah situs yang memperlihatkan kelamin. Dan kelamin itu termasuk aurot yang harus ditutup. Jadi kita tidak boleh melihatnya. Kan adek sudah tahu, melihat aurot itu dilarang oleh Alloh ta’ala. Dosa.”

“Zina itu apa?”

“Zina adalah dosa besar. Alloh ta’ala melarang kita berbuat zina. Dosa besar. Siksanya sangat berat di akhirat. Zina adalah pertemuan kelamin laki-laki dan perempuan di luar nikah yang sah menurut aturan Alloh ta’ala. Jadi laki-laki dan perempuan itu bukan suami istri. Kita harus menghindari zina. Karena zina ini sangat besar dosanya.”

Jawaban-jawaban di atas hanyalah contoh. Anda boleh melakukan modifikasi sesuai dengan kreatifitas Anda dan kondisi anak Anda. Intinya, berikan pemahaman yang benar sesuai dengan perkembangan akalnya. Tidak perlu menjelaskan secara detail berdasarkan ilmu biologi karena kondisi psikis anak Anda belum siap. Anda boleh menggunakan boneka sebagai alat bantu untuk menjelaskan. Tapi sekali-kali jangan pernah menggunakan gambar nyata untuk menjelaskan hal-hal tersebut karena bisa mengganggu kondidi psikis anak Anda yang baru berusia 9 tahun itu.

Ibu Nusaibah. Setelah Anda menjawab pertanyaan anak Anda, ada baiknya Anda juga menjelaskan kepada anak Anda perihal perubahan-perubahan yang terjadi atau akan terjadi pada tubuhnya. Sekali lagi, karena anak Anda ini laki-laki, sebaiknya penjelasan ini disampaikan oleh suami Anda. Beritahukan anak Anda bahwa suatu saat ketika tidur ia akan mengeluarkan cairan dari “titit” (atau “burung”). Keluarnya cairan itu disertai rasa yang nikmat. Biasanya hal tersebut terjadi ketika dia mimpi tentang sesuatu. Itu adalah hal yang normal. Itu tandanya ia seorang laki-laki sejati. Itu tandanya dia sudah aqil baligh. Itu tandanya ia harus melaksanakan kewajiban dari Alloh ta’ala dan menjauhi larangan-Nya. Ajarilah anak Anda adab dan tata cara mandi besar. Sampaikan juga bahwa dia akan mengalami kecenderungan atau ketertarikan kepada lawan jenis. Hal tersebut adalah normal dan wajar. Namun dia tidak boleh menyentuh perempuan lain. Laki-laki dilarang menyentuh perempuan lain yang bukan mahrom. Untuk menuju ke sana Islam memberikan jalan dengan cara menikah. Hal itu dilakukan kelak, ketika dia sudah mampu dan siap. Untuk saat itu, ketika dia belum siap menikah, dia harus menahan hawa nafsunya kepada lawan jenis. Menahan dan mengendalikan hawa nafsu merupakan ibadah. Merupakan jihad yang mendatangkan ridlo dari Alloh ta’ala. Selain itu perkenalkan dia dengan puasa sunnah untuk membantunya mengendalikan hawa nafsu. Hal-hal tersebut hendaknya dijelaskan kepada anak laki-laki Anda dengan suasana yang penuh keakraban. Sekali lagi, sampaikankanlah hal-hal tersebut dengan cara yang wajar, bahasa yang sederhana, santun, dan memahamkan buah hati Anda.

Langkah kedua.

                Sungguh, tidak ada warisan yang terbaik bagi anak, melainkan keimanan kepada Alloh ta’ala. Dekatkanlah anak Anda dan juga keluarga Anda kepada Alloh ta’ala. Bimbinglah anak Anda untuk mempelajari dan memperdalam ilmu agama. Dengan begitu anak Anda akan mengetahui dan memahami hal-hal yang halal dan harom, mana yang perintah mana yang larangan, mana yang mengantarkan kepada kebahagiaan dunia akhirat (surga), mana yang menjerumuskan kepada kesengsaraan dunia akhirat (neraka). Ajari anak Anda tentang adab pergaulan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat Islam. Hal ini sangat penting. Bimbinglah anak Anda untuk melaksanakan sholat wajib berjama’ah di masjid, sholat sunnah, puasa wajib dan puasa sunnah, membaca dan mentadabburi makna al-Quran, serta senantiasa berdzikr kepada Alloh ta’ala. Hal-hal tersebut dapat menjadi pengendali bagi dirinya. Tentu, hal ini memerlukan teladan dari Anda dan suami Anda.

Langkah ketiga.

                Telusurilah potensi dan bakat anak Anda. Ajak dia berdiskusi tentang aktifitas yang dia sukai. Berikanlah anak Anda kesempatan dan fasilitas untuk mengembangkan ketrampilan sesuai dengan minat dia. Contoh, berlatih berkebun, mengoperasikan computer, melukis, atau bahkan latihan berbisnis sederhana. Penuhi waktunya dengan aktifitas-aktifitas yang positif dan bermanfaat. Selain itu, berilah dia kesempatan untuk berolah raga secara rutin. Kalau dia tidak suka olahraga, bimbinglah dia dengan memberitahukan manfaat olahraga untuk kesehatan badan.

Langkah keempat.

                Doronglah anak Anda untuk membangun hubungan sosial dan persahabatan yang sehat. Anak laki-laki yang berteman dengan orang yang lebih tua menunjukkan bahwa ia membutuhkan saudara laki-laki untuk melindunginya. Anak laki-laki pada masa puber secara umum membutuhkan perlindungan seorang laki-laki yang berasal dari keluarganya. Anak Anda tidak memiliki saudara laki-laki. Dalam kondisi seperti ini, bapaklah yang semestinya menjadi teman dekat bagi dia. Selain itu, jangan terlalu kawatir jika anak Anda berteman dengan orang yang usianya lebih tua dari dia. Namun, pastikan bahwa temannya itu orang yang sholih, berakhlaq baik. Persahabatan seperti itu bisa memperkaya pengalaman anak Anda. Jika Anda mengetahui bahwa teman anak Anda itu berakhlaq buruk, Anda harus berusaha semaksimal mungkin menjelaskan kepada anak Anda tentang hal tersebut dan menjauhkan anak Anda dari temannya itu. ingat. Perangai buruk itu sangat cepat menular.

Ibu Nusaibah yang kami hormati. Itulah saran yang bisa kami berikan. Mungkin saja hal-hal tersebut pada awalnya agak sulit dilakukan, jika sebelumnya Anda memang tidak terbiasa menjelaskan pengetahuan dan pendidikan seks kepada anak. Namun, sungguh hal-hal tersebut mudah dilakukan bagi orang tua yang benar-benar mau berusaha, orang tua yang benar-benar berkeinginan agar anak-anaknya menjadi anak yang sholih, anak yang baik akhlaqnya. Kami percaya Anda dan suami Anda bisa menjelaskan pengetahuan dan pendidikan seks tersebut kepada anak Anda. Semoga Anda dan suami Anda mendapatkan pertolongan dan petunjuk dari Alloh ta’ala amin. (Disarikan dari buku Anakku, Mari Belajar Tentang Seks. Tim Pengasuh Rubrik “Mari Kita Didik Anak Kita” di http://www.islamonline.net Halaman; 15-20)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s