Berita Gembira Kelahiran Bayi

Standar

Anak merupakan salah satu nikmat Allah yang dianugerahkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia menahan nikmat-Nya dari siapa pun yang dikehendaki-Nya. Mengingat nikmat ini menyenangkan hati orang tua bayi, para malaikat pun menyampaikan nya sebagai berita gembira untuk para rasul dan istri-istri mereka. Allah berfirman :

يَـٰزَڪَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَـٰمٍ ٱسۡمُهُ ۥ يَحۡيَىٰ لَمۡ نَجۡعَل لَّهُ ۥ مِن قَبۡلُ سَمِيًّ۬ا

“Hai Zakaria, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya.” (QS. Maryam : 7).

Tentang nabi Ibrahim Al Khalil, Allah berfirman : Lanjutkan membaca

Pembakar Semangat Bukan Penghambat

Standar
10. Prof. Ali Aziz menyampaikan Taushiyah

Oleh: Prof. Dr. KH. Moh. Ali Aziz, M.Ag. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(-Nya) (QS. An Nisa’ [04]:84).

Untuk menjelaskan ayat ini, Anda harus mengaitkan dengan ayat sebelumnya, khususnya QS. An Nisa’ ayat 74: “Dan sungguh di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan perang). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata, “Sungguh Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka.” Yang disebut dalam ayat 74 ini adalah penduduk Madinah yang bersikap dingin, bahkan secara terang-terangan menyatakan enggan memenuhi ajakan Nabi SAW ke medan perang Badar. Maka ayat ini turun untuk mengingatkan Nabi SAW agar tidak terpengaruh dengan sikap pasip mereka dan agar tetap berangkat perang sekalipun sendirian. Lanjutkan membaca

Belajar dari Ayah Ibrahim

Standar

cover-september-2016Saudaraku yang semoga senantiasa dijaga oleh Allah ta’ala. Pada kesempatan yang baik kali ini marilah sejenak kita menengok perjalanan hidup seseorang yang mendapat julukan “kekasih Allah” (khalilullah), seseorang yang menjadi bapaknya para nabi. Bahkan Allah ta’ala memuji beliau sebagai seseorang yang layak menjadi tauladan. Siapakah orang itu? Benar. Beliau adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

“Dan Allah mengangkat Ibrahim sebagai kekasih.” (An-Nisa`: 125)

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada (Nabi) Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia….” [al-Mumtahanah: 4]

Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah perjalanan hidup Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Namun pada kesempatan yang singkat ini, saya mengajak Anda untuk belajar kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam hal mendidik keluarga. Apa saja pelajaran tentang pendidikan keluarga yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim ‘alaihissalam? Lanjutkan membaca

5 Metode Sederhana untuk Redakan Sariawan

Standar

Sariawan atau dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut karena berbagai hal. Tapi umumnya sariawan terjadi akibat luka di dalam rongga mulut diperburuk dengan sistem kekebalan tubuh yang sedang jelek.

Kalau sudah terkena rasa nyeri bisa datang menghampiri sehingga membuat bicara susah dan aktivitas makan pun tak nyaman. Oleh karena itu beberapa orang mungkin akan mencoba berbagai cara demi membuat sariawannya bisa lebih cepat sembuh.

Dikutip dari detikHealth berbagai sumber, berikut beberapa cara-cara yang bisa meredakan sariawan: Lanjutkan membaca

Standar

azan lahirAbu Rafi’ berkata, “Aku melihat Rasulullah mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasa bin Ali saat baru dilahirkan oleh Fathimah.” [1]

Ibnul Qayyim mengatakan bahwa hikmah adzan dan iqamah[2] di telinga bayi yang baru lahir adalah agar suara pertama yang didengar oleh sang bayi adalah seruan adzan. Seruan yang mengandung makna keagungan dan kebesaran Allah serta syahadat yang menjadi syarat utama bagi seseorang yang baru masuk Islam.

Jadi, tuntunan pengajaran ini mejnadi perlambang Islam bagi seseorang saat dilahirkan ke dunia. Saat manusia akan meninggalkan dunia, dianjurkan juga agar dituntun untuk mengucapkan kalimat tauhid. Tidaklah aneh bila pengaruh adzan ini masuk ke hati sang bayi. Bayi akan terpengaruh olehnya meskipun si bayi belum dapat menyadarinya.[3]

Kita tahu bahwa setan akan lari terbirit-birit manakala mendengar suara adzan. Karenanya, setan yang berupaya mengganggunya akan mendengar kalimat yang paling dibbenci olehnya saat sang bayi memasuki permulaan kehidupannya di dunia. Hal ini menjelaskan kepedulian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap akidah tauhid yang harus ditanamkan sejak dini dalam jiwa sang anak dan sekaligus untuk mengusir setan yang selalu berupaya mengganggu sang bayi sejak kelahirannya dan memulai kehidupan barunya. Lanjutkan membaca

Kisah Penyesalan Anak yang Durhaka pada Ayahnya

Standar

Pengobanan orang Tua untuk Anak“Anak ada empat, laki-laki semua, dan sudah dewasa, kenapa (masih) harus nyangkul sendiri?” Sebuah pertanyaan diajukan kepada seorang guru SD Negeri sekaligus petani yang sedang merapikan cangkul untuk persiapan ke sawah. Sebut saja namanya Suja.

Pertanyaan Sabtu (21/5) malam itu dijawab oleh Suja dengan sebuah kisah masa lalu yang tidak bisa dilupakannya. “Ini karena kesalahan saya,” jawab warga Kabupaten Subang, Jawa Barat ini.

Suja mengungkapkan, bapaknya yang bernama Saeful Bahri adalah seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di luar jam mengajar, sang ayah memiliki aktivitas lain, yaitu mengurus sawah miliknya. Lanjutkan membaca