Panduan Ramadhan 4 : Hukum, Syarat, dan Rukun Puasa

Standar

rukun+puasaHukum Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim yang baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh).
Allah Ta’ala berfirman,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)

Syarat Puasa
Puasa memiliki syarat-syarat sebagaimana pula shalat. Jika syarat ini
tidak ada maka puasa tersebut tidak sah. Syarat tersebut adalah : (1) Dalam keadaan suci, terbebas dari haidh dan nifas, dan (2) Berniat. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 2/97)

Mengenai Niat
Niat merupakan syarat puasa karena puasa adalah ibadah sedangkan
ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat sebagaimana ibadah yang lain. Hal ini sebagaimana sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat –Al Faruq- Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu,

 إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat puasa ini harus dilakukan untuk membedakan dengan menahan
lapar biasa. Menahan lapar bisa jadi hanya sekedar kebiasaan atau dalam rangka diet sehingga harus dibedakan dengan puasa yang merupakan ibadah.

Namun, niat tersebut bukanlah diucapkan (dilafadzkan). Semoga
Allah merahmati Imam Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- yang mengatakan, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat.

Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.” (Rowdhotuth Tholibin, I/268)

Wajib Berniat di Setiap Malam Bulan Ramadhan
Dalilnya adalah hadits Ibnu Umar dari Hafshoh bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’).

Rukun Puasa
Rukun puasa adalah menahan diri dari pembatal puasa mulai dari
terbit fajar (yaitu fajar shodiq) hingga terbenamnya matahari. Hal ini
berdasarkan firman Allah Ta’ala,ُ

 ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِ‌ ,‌ۚ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡر

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).

Yang dimaksud dengan benang putih tersebut adalah fajar kadzib
yaitu warna putih di langit yang menjulur ke atas seperti ekor serigala.
Sedangkan benang hitam tersebut adalah fajar shodiq yaitu warna merah yang muncul setelah warna putih yang awal tadi. Maka janganlah tertipu kalau masih muncul warna putih di langit, karena hal ini belum menunjukkan masuknya waktu imsak atau waktu shubuh. Sebagaimana dari Thalq bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الأَحْمَرُ

“Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah.” (HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sumber :  Panduan Ramadhan, Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah, oleh Muhammad Abduh Tuasikal

One thought on “Panduan Ramadhan 4 : Hukum, Syarat, dan Rukun Puasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s